Ziarah bisa diartikan sebagai suatu pencarian atau perjalanan menuju sang Pencipta. Karena bentuk dasarnya adalah kata kerja, maka ziarah mengandaikan keaktifan dari seseorang yang hendak berziarah. Tak mungkin seorang yang hendak pergi berziarah hanya diam ditempat saja atau pasif. Oleh sebab itu Perjalanan Ziarah adalah salah satu jawaban Iman kita terhadap Tuhan. Seperti Zakheus, untuk melihat Tuhan, dia perlu berlari mendahului orang-orang, lalu memanjat pohon (Luk 19 : 4). Dari atas pohon itu, Zakheus bisa melihat Yesus. Seorang peziarah melakukan hal yang sama dengan Zakheus. Untuk melihat Tuhan, peziarah perlu "memanjat" yakni meluangkan waktu untuk lepas dari kesibukannya sehari-hari,.... baca selanjutnya

TAHUN KERAHIMAN ILAHI ( The Holy Year of Mercy )
Dan Pembukaan Pintu Suci di Roma
08 Desember 2015 – 20 November 2016

Pada perayaan Minggu Kerahiman Ilahi yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 11 April 2015 yang lalu, Paus Fransiskus secara resmi mengeluarkan “Bull of Indiction” atau “keputusan di luar kebiasaan” yang menetapkan Tahun Rahmat Luar Biasa mulai dari tanggal 08 Desember 2015 pada hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda Dosa dan sekaligus sebagai peringatan 50 tahun Konsili Vatikan II. Dan Tahun Rahmat Luar Biasa ini akan ditutup pada tanggal 20 November 2016 di Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam. Pembukaan tahun Rahmat Luar Biasa ini ditandai dengan dibukanya Pintu Suci (Porta Sancta) di Basilika Santo Petrus, Vatikan diikuti dengan basilika-basilika lainnya pada minggu-minggu berikutnya.

Tahun Rahmat Tuhan (Jubilee Year) yang dikenal dalam Perjanjian Lama sebagai Tahun Yobel, disebut dalam Kitab Imamat pasal 25 dimana Tuhan memerintahkan kepada bangsa Israel bahwa setiap tahun yang ke 50 ( 7 tahun sabat x 7 ) merupakan tahun Yobel yang Kudus dimana di tahun tersebut harus dimaklumkan kebebasan bagi segenap penduduknya dalam segala hal yang berkaitan dengan beban di masa sebelumnya.

Penetapan Tahun Rahmat Tuhan (Jubilee Year) merupakan salah satu cara dari gereja untuk menyatakan misinya sebagai saksi belas kasih bagi umat manusia. Tahun Yobel selalu menjadi tahun yang istimewa dibanding tahun-tahun lainnya karena setiap peziarah yang datang melewati Pintu Suci di basilika-basilika tersebut akan mendapatkan Indugensi Penuh dengan catatan harus diikuti Sakramen Ekaristi, Sakramen Pengampunan Dosa dan turut mendoakan ujud-ujud Bapa Suci.

Paus mengatakan, “Di tahun ini kita akan diubah oleh kerahimanNya, sehingga kita juga boleh menjadi saksi-saksi kerahimanNya karena tanpa kesaksian pengampunan, hidup kita tidak akan berbuah dan bersih”.

Motto dari Tahun Suci ini, “Hendaklah kamu murah hati seperti Bapamu”.


GEREJA BAPA KAMI ( PATER NOSTER )


Jonki Koeswara, pendiri Stella Kwarta bersama Istri
dan ke-9 cucu di depan Doa Bapa Kami Bahasa Jawa di Gereja Pater Noster, Jerusalem

Di bukit Zaitun di Jerusalem berdiri Gereja Pater Noster (Bapa Kami) yang didirikan berdasarkan tradisi bahwa di tempat inilah Yesus mengajarkan doa Bapa Kami kepada para rasulNya. Tradisi ini didukung oleh Injil Lukas yang menempatkan doa itu langsung setelah kunjungan Yesus di rumah Maria dan Marta (Luk 10:38, 11:4), yang menurut Injil Yohanes (11:1; 12:1) tinggal di Betania, desa yang terletak di daerah dekat Bukit Zaitun.

Dalam injil Lukas, digambarkan salah seorang murid meminta Yesus untuk mengajarkan bagaimana cara untuk berdoa (bdk. Luk 11:1), dan untuk pertama kalinya, Yesus mengajarkan bagaimana cara berdoa secara pribadi langsung kepada Tuhan. Pada saat itu, mengucapkan doa secara pribadi kepada Tuhan belum menjadi suatu kebiasaan yang lumrah, bahkan dianggap aneh karena umumnya doa selalu dipanjatkan melalui perantaraan Imam Bait Allah di Jerusalem, yang saat itu menjadi pusat rohani bagi orang Yahudi. Sebagai contoh, hal ini dapat dilihat di Kitab 1 Samuel 1:11, ketika Hana berdoa dan memohon dalam hati untuk kedatangan seorang anak baginya, Eli, Imam tinggi di Bait Suci heran melihat bibir Hana yang bergerak-gerak sendiri tanpa adanya kata-kata yang keluar, sehingga Eli menganggap Hana itu mabuk anggur, padahal Hana sedang berdoa di dalam hatinya. Jadi bagi orang Yahudi, sebelum Yesus mengajarkan bagaimana cara berdoa, mereka belum terbiasa untuk berdoa secara pribadi. Umumnya doa-doa yang mereka ucapkan adalah berdasarkan doa yang merupakan bagian dari kewajiban agama mereka saja, dan hal ini juga yang dikritik oleh Yesus (bdk. Mat 6:1-5). Yesus bahkan mengajarkan untuk berdoa secara pribadi dalam hati, tidak perlu dilhat oleh orang lain (bdk Mat 6:6)

Doa Bapa Kami yang diajarkan oleh Yesus, merupakan doa yang sangat indah, yang mewakili semua permintaan dan kebutuhan bagi setiap orang, tanpa perlu mengandalkan seseorang tersebut pintar berkata-kata dalam sebuah doa, cukup mengucapkan doa ini saja maka telah mewakili permohonan doa yang diperlukan.

Di Gereja Pater Noster di Jerusalem, sebagai peringatan akan tempat dimana Yesus mengajarkan doa yang indah ini, terpasang di dinding gereja ini lebih dari 150 Doa Bapa Kami dalam berbagai bahasa di dunia, termasuk Doa Bapa Kami dalam bahasa Indonesia. Bahkan atas anugerah Tuhan, pada bulan Agustus 2007 keluarga besar Stella Kwarta juga turut memasang DOA BAPA KAMI dalam BAHASA JAWA. Ini sebagai salah satu komitmen kami terhadap para peziarah dari Tanah Air (disarikan oleh : Aldo Rinaldi)

Klik PLAY untuk mendengarkan Jingle StellaTours : 

Loading the player ...

HUBUNGI KAMI : 021 87794878 (Hunting)

 

0818 – 783552

 

Stella Kwarta Wisata

2BE2FF4C

 

@stellakwarta

 

STELLA SMS CENTER : 0812 – 1972  8000

Ingin info tentang persyaratan Visa Israel di Handphone anda ?

Ketik info<spasi>visaisr kirim ke 0812 – 1972  8000

Ingin info tentang persyaratan Visa Eropa di Handphone anda ?

Ketik info<spasi>visasch kirim ke 0812 – 1972  8000

Ingin dapat sms gratis tentang program-program keberangkatan Stella?

Ketik reg<spasi>nama anda<spasi>katolik atau protestan

kirim ke 0812 – 1972  8000

 

Ingin selalu dapat info program keberangkatan Stella Kwarta atau info lainnya ? SILAHKAN ADD PIN BB dari Stella Kwarta Wisata di : 
2BE2FF4C