|
GEREJA BAPA KAMI (
PATER NOSTER )
|

Jonki Koeswara, pendiri Stella Kwarta bersama Istri
dan ke-9 cucu di depan Doa Bapa Kami Bahasa Jawa di Gereja Pater Noster,
Jerusalem
|
Di bukit Zaitun di
Jerusalem berdiri Gereja
Pater Noster (Bapa Kami)
yang didirikan
berdasarkan tradisi
bahwa di tempat inilah
Yesus mengajarkan doa
Bapa Kami kepada para
rasulNya. Tradisi ini
didukung oleh Injil
Lukas yang menempatkan
doa itu langsung setelah
kunjungan Yesus di rumah
Maria dan Marta (Luk
10:38, 11:4), yang
menurut Injil Yohanes
(11:1; 12:1) tinggal di
Betania, desa yang
terletak di daerah dekat
Bukit Zaitun.
Dalam injil Lukas,
digambarkan salah
seorang murid meminta
Yesus untuk mengajarkan
bagaimana cara untuk
berdoa (bdk. Luk 11:1),
dan untuk pertama
kalinya, Yesus
mengajarkan bagaimana
cara berdoa secara
pribadi langsung kepada
Tuhan. Pada saat itu,
mengucapkan doa secara
pribadi kepada Tuhan
belum menjadi suatu
kebiasaan yang lumrah,
bahkan dianggap aneh
karena umumnya doa
selalu dipanjatkan
melalui perantaraan Imam
Bait Allah di Jerusalem,
yang saat itu menjadi
pusat rohani bagi orang
Yahudi. Sebagai contoh,
hal ini dapat dilihat di
Kitab 1 Samuel 1:11,
ketika Hana berdoa dan
memohon dalam hati untuk
kedatangan seorang anak
baginya, Eli, Imam
tinggi di Bait Suci
heran melihat bibir Hana
yang bergerak-gerak
sendiri tanpa adanya
kata-kata yang keluar,
sehingga Eli menganggap
Hana itu mabuk anggur,
padahal Hana sedang
berdoa di dalam hatinya.
Jadi bagi orang Yahudi,
sebelum Yesus
mengajarkan bagaimana
cara berdoa, mereka
belum terbiasa untuk
berdoa secara pribadi.
Umumnya doa-doa yang
mereka ucapkan adalah
berdasarkan doa yang
merupakan bagian dari
kewajiban agama mereka
saja, dan hal ini juga
yang dikritik oleh Yesus
(bdk. Mat 6:1-5). Yesus
bahkan mengajarkan untuk
berdoa secara pribadi
dalam hati, tidak perlu
dilhat oleh orang lain (bdk
Mat 6:6)
Doa Bapa Kami yang
diajarkan oleh Yesus,
merupakan doa yang
sangat indah, yang
mewakili semua
permintaan dan kebutuhan
bagi setiap orang, tanpa
perlu mengandalkan
seseorang tersebut
pintar berkata-kata
dalam sebuah doa, cukup
mengucapkan doa ini saja
maka telah mewakili
permohonan doa yang
diperlukan.
Di Gereja Pater Noster
di Jerusalem, sebagai
peringatan akan tempat
dimana Yesus mengajarkan
doa yang indah ini,
terpasang di dinding
gereja ini lebih dari
150 Doa Bapa Kami dalam
berbagai bahasa di dunia,
termasuk Doa Bapa Kami
dalam bahasa Indonesia.
Bahkan atas anugerah
Tuhan, pada bulan
Agustus 2007 keluarga
besar Stella Kwarta juga
turut memasang DOA
BAPA KAMI dalam BAHASA
JAWA. Ini sebagai
salah satu komitmen kami
terhadap para peziarah
dari Tanah Air (disarikan
oleh : Aldo Rinaldi) |