
Kota Vatikan, 5 Juli 2025
Paus Leo XIV pada hari Sabtu, 5 Juli 2025 mengatakan ziarah memainkan peran penting dalam kehidupan iman karena membantu umat Kristiani untuk lebih bersatu dengan Yesus Kristus dan memahami tujuan Allah bagi kita dalam hidup.
Hal itu dikatakan Bapa Suci di dalam sebuah kegiatan dimana Bapa Suci mengundang sekelompok besar guru dan kaum muda dari Denmark, Inggris, Irlandia, Skotlandia, dan Wales ke Vatikan dan mendorong mereka untuk lebih dekat dengan Tuhan selama ziarah musim panas mereka di Roma untuk Tahun Yubileum Harapan 2025.
Dalam pertemuan tersebut, Paus mengatakan : “Ziarah memiliki peran penting dalam kehidupan iman kita karena ziarah membawa kita menjauh dari rumah dan rutinitas sehari-hari kita serta memberi kita waktu dan ruang untuk bertemu Tuhan lebih dalam. Momen-momen seperti itu selalu membantu kita untuk bertumbuh, karena melalui momen-momen tersebut Roh Kudus dengan lembut membentuk kita untuk semakin serupa dengan pikiran dan hati Yesus Kristus.”
Andreas Kim Taegon adalah imam Katolik keturunan Korea pertama, yang terlahir dari tengah keluarga yang terpandang di masyarakat saat itu. Orang tua dari Kim Taegon berubah memeluk agama Katolik dan ayahnya kemudian dihukum mati karena menjadi Kristiani (suatu tindakan terlarang saat itu di Korea yang sangat kental Konfusianisme-nya). Kim Taegon belajar di sebuah seminari di Makau selama 6 tahun dan kemudian ditahbiskan menjadi seorang imam di Shanghai. Setelah itu Ia kembali ke Korea untuk berkhotbah dan menyebarkan Injil. Selama masa Dinasti Joseon, agama Kristeni ditindas keras dan banyak umat Kristiani yang disiksa dan dibunuh. Umat Katolik harus secara tertutup mempraktikkan iman mereka. Kim Taegon adalah salah satu dari beberapa ribu umat Kristiani yang dihukum mati pada masa ini. Pada tahun 1846, dalam usia 25 tahun, ia disiksa dan dihukum pancung. Kata-kata tera- khirnya adalah: “ini adalah waktu terakhir dari hidupku, dengarkan aku baik-baik: bila aku pernah berkomunikasi dengan orang asing, maka hal ini terjadi untuk agama dan Tuhan-ku. Adalah untuk-Nya aku ini mati. Kehidupan abadiku baru mulai. Jadilah orang Kristiani bila engkau berharap untuk bahagia setelah meninggal dunia, karena Tuhan memiliki hukuman abadi bagi mereka yang menolak untuk mengenal-Nya.”Pada tanggal 6 Mei 1984 Paus Yohanes Paulus II dalam perjalanannya ke Korea melakukan proses Kanonisasi Andreas Kim Taegon bersama dengan 102 Martir Korea lainnya, termasuk Paul Chong Hasang. Hari Raya ereka semua diperingati dalam kalendar gereja setiap tanggal 20 September.
Tahun Yubileum, juga dikenal sebagai Tahun Suci, adalah waktu untuk pengampunan dosa dan pembebasan dari hukuman dosa. Ini juga merupakan waktu untuk rekonsiliasi, memperbaiki relasi kita dengan Tuhan dan juga semakin menguatkan iman kita.
Tahun Yubileum diselenggarakan setiap 25 tahun sekali, di mana Vatikan mengundang umat Katolik dari seluruh dunia untuk berziarah dan menerima pengampunan. Tahun Yubileum akan dimulai pada Malam Natal, 24 Desember 2024 dengan Bapa Suci Paus Fransiskus akan membuka Pintu Suci di Basilika Santo Petrus yang akan mengawali tahun yang khusus ini hingga penutupannya pada tanggal 6 Januari 2026 nanti.
Tradisi Tahun Yubileum dimulai pada tahun 1300 ketika Paus Bonifasius VIII mengadakan Tahun Yubileum yang pertama yang juga dikenal sebagai “Tahun Suci.” Frekuensi Tahun Suci telah berubah seiring berjalannya waktu dimana pada awalnya Tahun Suci dirayakan setiap 100 tahun sekali, kemudian, pada tahun 1343 Paus Klemens VI mengurangi jarak antara Tahun Yubileum menjadi setiap 50 tahun sekali dan pada tahun 1470 Paus Paulus II menetapkannya menjadi setiap 25 tahun sekali.
Tahun Yubileum yang terakhir diselenggarakan pada tahun 2000 di masa Paus Yohanes Paulus II dihadiri oleh sekitar 25 juta peziarah dari seluruh dunia. Tahun Yubileum 2025 diperkirakan akan dihadiri lebih dari 30 juta peziarah dari seluruh dunia yang akan datang ke Kota Roma.
Setiap Tahun Yubileum memiliki tema khusus yang dipilih oleh Paus. Tema ini biasanya berkaitan dengan ajaran gereja, rekonsiliasi, dan pengampunan. Tema untuk Tahun Yubileum 2025 adalah “Peziarahan Harapan” (Pilgrims of Hope).
Tahun Yubileum melibatkan berbagai perayaan dan ritual khusus diantaranya adalah pembukaan Pintu Suci (Holy Door) di empat Basilika Utama di Kota Roma yaitu Basilika Santo Petrus, Basilika Santo Paulus di Luar Tembok, Basilika Santa Maria Maggiore dan Basilika Santo Yohanes Lateran.
Pintu Suci hanya dibuka selama Tahun Yubileum dan selama tahun yang penuh rahmat ini, umat Katolik dapat memperoleh indulgensi penuh dengan memenuhi syarat-syarat tertentu dengan :
MARI KITA BERZIARAH KE ROMA BERSAMA STELLA KWARTA di Tahun Yubileum 2025 untuk semakin mencintai Tuhan kita Yesus Kristus, memperdalam iman, mendapatkan pengampunan dan memperbaharui komitmen kita terhadap ajaran gereja.
Malta adalah sebuah negara pulau yang berada di Laut Tengah. Pulau ini mempunyai peranan yang penting di dalam jalur pelayaran kapal di Laut Tengah. Paulus kandas pada perjalanannya ke Roma di Pulau Malta. Setelah kami tiba dengan selamat di pantai, barulah kami tahu, bahwa daratan itu adalah Pulau Malta. Penduduk pulau itu sangat ramah terhadap kami. Mereka menyalakan api besar dan mengajak kami semua ke situ karena telah mulai hujan dan hawanya dingin (Kis. 28:1-2). Di pulau ini Paulus menyembuhkan ayah Publius yang sakit demam dan disentri dan orang-orang sakit lainnya (Kis. 28:8-9). Tiga bulan lamanya Paulus berada di Malta sebelum kemudian berlayar menuju Roma.

