Apa Itu Ziarah ?

Ziarah bisa diartikan sebagai suatu pencarian atau perjalanan menuju sang Pencipta. Karena bentuk dasarnya adalah kata kerja, maka ziarah mengandaikan keaktifan dari seseorang yang hendak berziarah. Tak mungkin seorang yang hendak pergi berziarah hanya diam ditempat saja atau pasif. Oleh sebab itu Perjalanan Ziarah adalah salah satu jawaban Iman kita terhadap Tuhan. Seperti Zakheus, untuk melihat Tuhan, dia perlu berlari mendahului orang-orang, lalu memanjat pohon (Luk 19 : 4). Dari atas pohon itu, Zakheus bisa melihat Yesus. Seorang peziarah melakukan hal yang sama dengan Zakheus. Untuk melihat Tuhan, peziarah perlu “memanjat” yakni meluangkan waktu untuk lepas dari kesibukannya sehari-hari,…. Read more

Stella Kwarta, Sahabat Berziarah Anda Sejak 1996.

Kualitas Pelayanan

Kerja keras dan memberikan pelayanan dengan hati merupakan dedikasi kami untuk memberikan kualitas pelayanan yang terbaik.

Mudah dan Efisien

Dengan teknologi yang terintegrasi kami memberikan akses kemudahan pelayanan perjalanan serta memberikan harga yang effisien untuk Anda.

Terbaik

Menawarkan produk perjalanan yang lengkap dan terbaik untuk mewujudkan pengalaman perjalanan yang tak terlupakan.

Pengalaman

Selama hampir 45 tahun kami menjadi pintu gerbang Anda menuju destinasi yang luar biasa.

Gereja Bapa Kami

Di bukit Zaitun di Jerusalem berdiri Gereja Pater Noster (Bapa Kami) yang didirikan berdasarkan tradisi bahwa di tempat inilah Yesus mengajarkan doa Bapa Kami kepada para rasulNya. Tradisi ini didukung oleh Injil Lukas yang menempatkan doa itu langsung setelah kunjungan Yesus di rumah Maria dan Marta (Luk 10:38, 11:4), yang menurut Injil Yohanes (11:1; 12:1) tinggal di Betania, desa yang terletak di daerah dekat Bukit Zaitun.

Dalam injil Lukas, digambarkan salah seorang murid meminta Yesus untuk mengajarkan bagaimana cara untuk berdoa (bdk. Luk 11:1), dan untuk pertama kalinya, Yesus mengajarkan bagaimana cara berdoa secara pribadi langsung kepada Tuhan. Pada saat itu, mengucapkan doa secara pribadi kepada Tuhan belum menjadi suatu kebiasaan yang lumrah, bahkan dianggap aneh karena umumnya doa selalu dipanjatkan melalui perantaraan Imam Bait Allah di Jerusalem, yang saat itu menjadi pusat rohani bagi orang Yahudi. Sebagai contoh, hal ini dapat dilihat di Kitab 1 Samuel 1:11, ketika Hana berdoa dan memohon dalam hati untuk kedatangan seorang anak baginya, Eli, Imam tinggi di Bait Suci heran melihat bibir Hana yang bergerak-gerak sendiri tanpa adanya kata-kata yang keluar, sehingga Eli menganggap Hana itu mabuk anggur, padahal Hana sedang berdoa di dalam hatinya. Jadi bagi orang Yahudi, sebelum Yesus mengajarkan bagaimana cara berdoa, mereka belum terbiasa untuk berdoa secara pribadi. Umumnya doa-doa yang mereka ucapkan adalah berdasarkan doa yang merupakan bagian dari kewajiban agama mereka saja, dan hal ini juga yang dikritik oleh Yesus (bdk. Mat 6:1-5). Yesus bahkan mengajarkan untuk berdoa secara pribadi dalam hati, tidak perlu dilhat oleh orang lain (bdk Mat 6:6)

Doa Bapa Kami yang diajarkan oleh Yesus, merupakan doa yang sangat indah, yang mewakili semua permintaan dan kebutuhan bagi setiap orang, tanpa perlu mengandalkan seseorang tersebut pintar berkata-kata dalam sebuah doa, cukup mengucapkan doa ini saja maka telah mewakili permohonan doa yang diperlukan.

Di Gereja Pater Noster di Jerusalem, sebagai peringatan akan tempat dimana Yesus mengajarkan doa yang indah ini, terpasang di dinding gereja ini lebih dari 150 Doa Bapa Kami dalam berbagai bahasa di dunia, termasuk Doa Bapa Kami dalam bahasa Indonesia. Bahkan atas anugerah Tuhan, pada bulan Agustus 2007 keluarga besar Stella Kwarta juga turut memasang DOA BAPA KAMI dalam BAHASA JAWA. Ini sebagai salah satu komitmen kami terhadap para peziarah dari Tanah Air (disarikan oleh : Aldo Rinaldi)

Dapatkan program terbaru kami!

Daftarkan segera alamat email Anda untuk menerima inspirasi perjalanan tak terlupakan dari Stella Kwarta

Our Partners

 

Melangkah Lebih Jauh Dengan Mobile App Stella Kwarta

Download aplikasinya di smartphone anda