26 Martir Jepang
26 Martir Nagasaki adalah 26 martir yang tewas pada tahun 1597 dan dikanonisasi pada tahun 1862 oleh Paus Pius IX. Mereka terdiri dari 5 orang dari Spanyol, 1 orang Portugis dari India yang semuanya adalah mara Misionaris Fransiskan, 3 orang Yesuit dari Jepang dan 17 orang anggota Ordo Ketiga Santo Fransiskus. Pada masa pemerintahan Toyotomi Hideyoshi, umat Katolik mengalami penganiayaan yang salah satu puncaknya terjadi di tanggal 5 Februari 1597 dimana duapuluh enam orang martir tersebut dihukum mati di Bukit Nishizaka luar kota Nagasaki karena mempertahankan iman mereka kepada Kristus. Dengan diikat, mereka berjalan berbaris dan menjadi tontonan bagi masyarakat yang menyaksikannya. Sepanjang perjalanan, para saksi-saksi Kristus ini terus memuji Tuhan. Sebelum disalibkan mereka mengalami penyiksaan yang sangat hebat. Dari atas salib salah satu dari antara mereka yaitu Santo Paulus Miki terus berkotbah dengan gagah berani untuk memberi semangat bagi umat kristiani untuk tetap setia pada iman mereka.
Selama lebih dari dua abad (abad ke-17 hingga abad ke-19) akibat larangan Agama Kristen oleh pemerintah Jepang orang-orang Kristen kemudian dikenal sebagai Kakure Kirishitan yang secara harfiah berarti “Orang Kristen Tersembunyi.”